PETUNJUK GURU

إرشاد أستاذ
PETUNJUK GURU

Begini, tanpa seorang guru, penuntut ilmu akan keaulitan memahami atau bahkan keliru dalam memahami suatu ilmu. Terlebih ilmu agama, Kanjeng Nabi SAW dawuh

"من تعلم القرأن بغير شيخ فشيخه شيطان"

"Barangsiapa yang belajar (ilmu) al Qur'an tanpa seorang guru, maka gurunya adalah Syetan."
Itulah mengapa nyantri di pesantren sangat dianjurkan, itupun masih dianjurkan mencari pesantren yang jelas. Gurunya jelas, sanad ilmunya jelas. Sanad ilmu? Iyaa.. sanad ilmu yang tertulis, menyambung hingga sampai pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Jangan sampai keliru memilih pesantren hingga menghasilkan ideologi yang bertentangan dengan masyarakat Indonesia. 
Oke.. Mari cerdas, semangat, sabar, tidak takut biaya, dan meng-GURU-kan setiap ilmu yang kita 
pelajari. Jangan sampai otodidak dalam memahami agam
. 
=================
=================
طول زمان

WAKTU YANG LAM
. 
Nah, ini dia yang terakhir. Keberhasilan seseorang itu tidak instant. Semua butuh proses untuk mematangkan apa yang ditekuninya. Jangankan penuntut ilmu, penjual siomay keliling pun butuh waktu yang lama untuk menghasilkan citarasa siomay yang lezat. Apalagi santri. Untuk mencapai suatu titik yang disebut "sukses dan bermanfaat" butuh proses dan tahapan yang sangat lama. Tidak cukup satu tahun-dua tahun, bahkan mencapai sepuluh tahun baru dapat dilihat dan dirasakan ilmu atau hasil nyantrinya. Tidak percaya? Silahkan sowan ke pesantren terdekat yang santrinya suka sarungan (bukan yang aneh2), tanya ke Kyai nya berapa tahun beliau nyantri dulu. Dan berapa tahun hingga beliau mendirikan pesantren. Hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khotmil Qur'an Periode ke-3